Bibit Memperoleh Investasi Senilai US$65 juta

Bibit adalah aplikasi reksa dana untuk membantu investor pemula mulai berinvestasi. Bibit memperoleh pendanaan senilai US$ 65 juta atau per dollar hari ini senilai Rp 930.020.000.000,00 dari Sequoia Capital India, dan diikuti oleh Prosus Ventures, Tencent dan Harvard Management Company.

Review Aplikasi Bibit Reksadana Online — Blog Bibit

Investor sebelumnya yang sudah mendorong Bibit.id seperti AC Ventures dan East Ventures juga ikut kembali berpartisipasi dalam investasi pendanaan ini.

Modal yang didapatkan Bibit ini akan digunakan untuk meluncurkan produk dan fitur baru, mengoptimalkan teknologi, memperkuat internal dengan rekrutan baru, serta meningkatkan edukasi perihal topik finansial.

“Sebelumnya, pasar modal di Indonesia dianggap sebagai tempat berinvestasi yang menakutkan dan hanya untuk kalangan tertentu. Bibit mendayagunakan teknologi untuk membuat investasi semakin mudah diakses terutama investor pemula,” ujar dari CEO Bibit, Sigit Kouwagam, mengutip dari Swa.co.id.

Menurut Sigit bahwa bibit terus berupaya menunjang aksesibilitas pasar saham dengan memanfaatkan teknologi. Dengan memanfaatkan teknologi Robo Advisor, Bibit dapat menjangkau investor pemula yang belum memiliki pengalaman.

Teknologi Bibit menggunakan riset pemenang Nobel Prize, Modern Portfolio Theory, untuk menyesuaikan investasi kamu ke reksa dana yang cocok dengan profil risiko, sesuai dengan usia, toleransi risiko, serta keadaan finansial

“Kami percaya semua masyarakat Indonesia berhak mendapatkan masa depan yang lebih baik. Mendorong kebiasaan berinvestasi dengan cara yang benar merupakan salah satu cara untuk mewujudkannya,” ujar Sigit.

Indonesian robo-advisor app Bibit raises $30 million led by Sequoia Capital  India | TechCrunch

Berdasarkan data IDX dan KSEI, informasi dari jumlah retail investor di Indonesia terus tumbuh 78% secara YoY di 2020 menjadi 3,2 juta investor.

Peningkatan ini disumbang oleh kalangan milenial di mana 92% investor baru pada tahun 2020. Pada kuartal pertama di tahun 2021 sendiri, ada penambahan sebanyak 1 juta investor reksa dana yang terdaftar di pasar modal.

Meskipun adanya peningkatan yang signifikan, saat ini partisipasi dari masyarakat Indonesia di pasar modal masih kurang dari 2%.

Sobat Finansialku tertarik berinvestasi di reksa dana? Jangan lewatkan kesempatan mendapatkan ilmu reksa dana secara cuma-cuma melalui audiobook berikut ini.

Sementara itu, Rohit Agarwal, VP Sequoia India menyatakan investor reksa dana di Indonesia sendiri bertumbuh hampir 10 kali lipat sejak 5 tahun terakhir.

“Menabung melalui reksa dana menjadi langkah pertama dalam berinvestasi dan Bibit telah membantu jutaan konsumen untuk dapat memulai perjalanan investasi mereka,” jelas Rohit.

Adapun Sachin Bhanot, Head of Southeast Asia Investments di Prosus Ventures menambahkan, saat ini, segmen wealth management digital di Indonesia sedang berada di inflection point, hal ini didorong oleh ekonomi Indonesia yang dipimpin oleh milenial dan mayoritas berbasis smartphone.

“Kami percaya bahwa perusahaan ini berada di garda terdepan platform investasi di Indonesia dan akan terus mendukung inklusi keuangan di seluruh bagian Indonesia,” jelas Sachin.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *