Mengenal Beans Kopi Arabika Dan Robusta

ROBUSTA

Salah satunya tipe kopi yang saat ini lebih banyak disukai kalangan muda ialah kopi robusta. Kopi tipe ini sebagai turunan dari spesies Coffea canephora. Kopi tipe ini tumbuh di daratan rendah, tetapi lokasi yang terbaik untuk membudidayakan tanaman ini di ketinggian 400-800 mdpl.

Robusta datang dari kata ‘robust’ yang maknanya kuat, dalam kata lain mempunyai tingkat kekentalan yang kuat. Adapun temperatur terbaik untuk membudidayakan kopi robusta ialah sekitaran 24-30̊ C dengan curahan hujan 2.000-3.000 mm /tahun. Selain itu, kopi robusta pas ditanamkan di wilayah tropis yang basah. Umumnya, tanaman ini akan berbuah saat usia 2 lima tahun. Untuk hasilkan buah yang bagus, minimal tanaman ini memerlukan waktu kering 3-4 bulan dalam satu tahun dengan seringkali turun hujan.

Biasanya, Robusta kerap dilukiskan sebagai kopi yang pahit atau tajam dengan watak seperti rasa kayu dan karet. Pahit atau bitter ini datang dari kandungan cafein yang semakin tinggi pada Robusta bila dibanding dengan Arabika.

Ciri-ciri Ciri Beans Robusta

  • Robusta berkadar cafein semakin tinggi dibanding Arabika.
  • Kadar gula pada kopi Arabika lebih rendah dibanding kopi Arabika.
  • Robusta mempunyai acidity lebih rendah dibanding Arabika.
  • Kopi Robusta harga lebih murah dibanding kopi Arabika, karena menjaga tanaman kopi ini lumayan gampang
  • Biji kopi Robusta memiliki bentuk bundar dan ukuran lebih kecil dibanding biji kopi Arabika.

Meskipun sering dihubungkan dengan kopi bubuk instant, kopi Robusta dapat dicicipi layaknya seperti menyeduh kopi Arabika memakai sistem seduh tertentu. Tidak boleh salah, Robusta ada juga jenjang atau grade-nya lho! Beberapa macam Robusta berkualitas tinggi dipasarkan pada harga semakin tinggi karena hasilkan rasa yang kental (deep flavour) dan krema yang baik untuk membikin espresso.

ARABIKA

Kopi arabika dikenali mempunyai wewangian yang unik dan cita-rasa yang kuat. Tipe kopi yang dari pengunungan Etiopia ini, sebagai tanaman yang tumbuh di bawah kanopi rimba tropis yang rimbun. Umumnya, kopi arabika banyak tumbuh di atas ketinggian 500 mtr. dpl.

Arabika sebagai tipe kopi terpopuler di dunia. Menurut statistik, tahun 2017 dan 2018, produksi kopi Arabika di penjuru dunia capai sekitaran 94,88 juta (standard 60kg). Tahun 2019 kedepan, produksi kopi Arabika di dunia diprediksi akan melebihi 101 juta (standard 60kg).

Rasa Arabika Bila Anda pernah minum wine, karena itu Anda akan memahami mengapa kopi ini disebut sebagai Merlot-nya kopi. Rasanya manis tetapi biasanya enteng saat diminum. Satu cangkir kopi Arabika dapat dilukiskan wewangiantik dan kaya rasa. Ini penyebabnya, bila Anda beli kopi Arabika di warung kopi, Anda bisa menyaksikan tasting catatan pada paketannya, misalkan: floral, fruity, orange, buttery, chocolate, caramel, dan yang lain.

Adapun temperatur lingkungan yang terbaik untuk tanaman kopi ini sekitaran 15-24̊ C. Sedang, untuk ketinggian umumnya dapat tumbuh optimal bila ditanamkan dengan tinggi 1.000-2.000 mdpl. Disamping itu, tanaman ini menyenangi tanah yang kaya kandungan organik.

Ciri-ciri Ciri Beans Arabika

  • Arabika berkadar cafein 2x lebih rendah dibanding Robusta.
  • Kadar gula pada kopi Arabika 2x semakin tinggi dibanding kopi Robusta.
  • Arabika mempunyai acidity semakin tinggi dibanding Robusta.
  • Kopi Arabika harga tambah mahal dibanding kopi Robusta, karena lebih susah menjaga tanaman kopi ini sampai waktu panen.
  • Biji kopi Arabika memiliki bentuk oval dan ukuran sedikit besar dibanding biji kopi Robusta .

Ketidaksamaan Kopi Robusta dan Arabika

Baik kopi arabika atau robusta, terhitung ke tipe tanaman bersuku Rubiaceae dengan marga Coffea. Salah satunya ketidaksamaan kopi robusta dan arabika berada di saat proses menanam. Kopi arabika bisa tumbuh secara baik bila ditanamkan di ketinggian 1.000-2.000 mtr. dari permukaan laut.

Sedang, kopi robusta dapat tumbuh secara baik di ketinggian sekitaran 0-900. Adapun ketinggian tanah yang bagus ialah 400-800 mtr. dari permukaan laut. Disamping itu ada banyak ketidaksamaan yang lain, salah satunya seperti berikut:

Ketidaksamaan Kopi Robusta dan Arabika dalam Sisi Perawatan

Sama seperti yang telah dijumpai, tanaman tidak dapat terbebas dari penyakit atau hama. Penyakit tanaman yang serang dapat punya pengaruh dengan kopi yang dibuat. Tanaman kopi robusta lebih tahan pada hama dibanding dengan kopi arabika.

Disamping itu, dalam sisi perawatan kopi robusta  lebih gampang. Masalahnya buah arabika gampang rontok dari tangkainya masak, hingga harus berhati-hati saat memetik. Sedang, buah kopi robusta yang masak condong masih tetap melekat kuat di tangkainya.

Ketidaksamaan Kopi Robusta dan Arabika dari Sisi Ukuran

Salah satunya ketidaksamaan kopi robusta dan arabika dapat disaksikan dari sisi ukuran. Biji kopi robusta  lebih kecil bila dibanding dengan arabika yang mempunyai ukuran besar. Disamping itu, wujud biji kopi arabika berupa lonjong, sementara biji robusta condong membulat.

Ketidaksamaan Kopi Robusta dan Arabika dari Sisi Wewangian

Salah satunya keunikan kopi arabika ialah mempunyai rasa yang sedikit asam dan warna yang tidak begitu pekat. Saat itu, kopi robusta condong mempunyai rasa yang serupa dengan tipe kacang-kacangan, lebih pahit, dan kasar.

 

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *